Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Samarinda

SAMARINDA – Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Gang 7, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu 9 November 2016 malam. Akibatnya sekira 11 rumah hangus terbakar

Informasi yang dihimpun, kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat di RT 35 dan 38, tersebut mulai berlangsung pada sekira pukul 21.30 Wita. Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara pasti asal api dan penyebab kebakaran. Namun, tiba-tiba api berkobar dengan cepat dan merambah hingga menghanguskan rumah-rumah warga yang umumnya terbuat dari kayu.SAMARINDA – Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Gang 7, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu 9 November 2016 malam. Akibatnya sekira 11 rumah hangus terbakar

Informasi yang dihimpun, kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat di RT 35 dan 38, tersebut mulai berlangsung pada sekira pukul 21.30 Wita. Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara pasti asal api dan penyebab kebakaran. Namun, tiba-tiba api berkobar dengan cepat dan merambah hingga menghanguskan rumah-rumah warga yang umumnya terbuat dari kayu.

“Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api mulai berkobar mulai pukul 21.45 Wita dan baru dapat dikuasai lebih satu jam kemudian atau sekitar pukul 23.00 Wita,” kata Staf Pengelola Data Bencana Seksi Tanggap Darurat dan Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Nanang Arifin, Kamis (10/11/2016).

Untuk memadamkan kobaran api, BPBD Samarinda mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran ditambah dua unit portable, dibantu mobil pemadam kebakaran dari pihak swasta, Balakar dan Balakarcana serta masyarakat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 15 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 58 jiwa kehilangan tempat tinggal mereka.

“Tidak ada korban jiwa pada kebakaran di areal 900 meter bujur sangkar itu tetapi kerugian materi akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp600 juta,” ucapnya.

“Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api mulai berkobar mulai pukul 21.45 Wita dan baru dapat dikuasai lebih satu jam kemudian atau sekitar pukul 23.00 Wita,” kata Staf Pengelola Data Bencana Seksi Tanggap Darurat dan Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Nanang Arifin, Kamis (10/11/2016).

Untuk memadamkan kobaran api, BPBD Samarinda mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran ditambah dua unit portable, dibantu mobil pemadam kebakaran dari pihak swasta, Balakar dan Balakarcana serta masyarakat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 15 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 58 jiwa kehilangan tempat tinggal mereka.

“Tidak ada korban jiwa pada kebakaran di areal 900 meter bujur sangkar itu tetapi kerugian materi akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp600 juta,” ucapnya.

About the author: Ato
Menyukai Tantangan, Ecommerce Consultant. Business Development and Corporate Market